Jadi tesis yang saya buat sekarang itu terinspirasi dari tesisnya kakak kelas saya. Btw, maaf kalo postingannya ujug-ujug. Jadi saya kadang-kadang tanya ke kak sisil terkait tesis. Ini balasannya (Via Line):
Dari Kak Sisil:
Sistem kekebalan tubuh manusia menerima input berupa
entitas-entitas asing yang berasal dari luar tubuh manusia. Input yang diterima
sistem tidak diolah secara satu persatu atau bergantian melainkan secara
bersamaan. Dalam sistem biologi, input terdiri dari dua macam, yakni sinyal dan
antigen. Sinyal berfungsi sebagai ‘bukti’ terdapatnya anomali pada tubuh.
Terdapat empat jenis sinyal, yakni sinyal PAMP, sinyal danger, sinyal safe dan
sinyal inflammation. Sementara itu, antigen berfungsi sebagai ‘tersangka’ yang
mengindikasikan suatu aktivitas asing yang tidak normal. Kedua buah input
tersebut akan saling memperkuat satu sama lain dalam menunjukkan keberadaan
suatu aktivitas yang tidak normal.
Sebenernya itu teori biologinya gt gil, dan kmrn aku ga
ngulik kenapa teorinya gt, lebih ke penerapaannya
Dan kmrn juga aku baca2 ttg teori biologinya, baca text
booknya. Biar lebih ngerti dan paham juga
Secara biologis kan keduanya disampling secara real time,
analoginya kaya sebab-akibat gitu, keberadaan antigen (suspect) dapat
memengaruhi bagaimana kondisi sinyal yang ada (evidence)
Ini ilmunya biologi banget sih
kalau saya karena komparasi sama julie, jadi jumlahnya sama
kaya julie, tp kalau secara general perlu berapa DC kayanya mesti refer balik
teori aslinya sih
...
Mungkin saya harus baca-baca lagi tentang konsep biologi dari dendritic cell